Usia: 2Y1M3W4D
Ah, dulu ibu selalu menulis setiap kali Kaka main di playground. Sekarang Kaka semakin berani saja, dan ibu senang melihatnya. Di pg yang belakang apartemen, Kaka sudah berani naik tanpa pegangan. Kemudian lari di atas tanpa ibu temani, turun melalui slide kecil. Kaka pernah mau naik slide besar, yang lebih tinggi dan memutar2. Beberapa kali dan kalau di bawahnya ada yang nungguin. Waktu itu ketika ada Nini. Setelah itu Kaka tidak mau lagi, ibu pikir karena di bawah tidak ada yang nunggu. Gak apa2 ya Ka
Di pg itu, sampai terakhir ke sana, Kaka masih main sendiri. Kalau ada teman lain, Kaka lebih senang melihat dari jauh, kemudian mengajak ibu lari2 ke luar pg. Atau sekedar main2 pasir di tepian. Kalaupun Kaka masih mau di rumah kayu, Kaka masih suka mengalah kalau berpapasan, walaupun sebetulnya bagiannya Kaka. Ibu suka nasihatin, itu bagiannya Kaka, tapi bagus kalau Kaka mau mengalah dan memberikan sama yang pengen duluan. Moga2 Kaka mengerti.
Sore tadi, di pengajian yang didakan di taman di St Ann, Kaka senang di pgnya. Ibu lihat, pgnya bukan untuk usia Kaka, namun untuk 5-12 tahun. Semua bagian dihubungkan oleh tangga2 berbahaya untuk Kaka, terlalu curam, jaraknya jauh, slidenya tinggi dan panjang, dan ada jembatan goyang segala! Mayritas untuk panjat2an dan gelantungan (monkey bar).
Namun Kaka senang sekali melihatnya dan mengajak ditemani ibu. Ibu tolak dulu karena kami baru datang, harus beres2 dan menyapa teman2 ayah-ibu. Kaka sudah mau jalan sendiri ke pg dan ibu panggil, Kaka nurut. Ibu senang Kaka mengerti. Setelah itu, ibu temani Kaka main di pg beberapa kali.
Kaka naik slide kecil dari arah berlawanan, terus turun. Kaka senang. Ah, ibu gembira sekali melihat Kaka. Terus ibu ikut naik menemani Kaka. Sekalian ibu ajari bagaimana naik2 semuanya. Tangga2 curam yang seperti tangga biasa saja, Kaka akhirnya bisa. Kaka sudah mau menyerah karena ada anak lain. Tapi ibu bilang sama Kaka kalau itu bagian Kaka. Ibu juga bilang sama anak lain untuk menunggu, membiarkan Kaka, dan antri. Mereka mau. Kaka pun mau main lagi.
Kaka sampai ke pucak dan turun menggunakan slide. Kaka naik kembali menggunakan slide itu dan ibu larang jika ada anak lain yang mau turun. Kaka nurut. Ahhhh
Kaka mau lewati jembatan goyang. Kaka takut begitu pijakannya bergerak dan tidak mau meneruskan jalan. Pijakannya besar2 sih dan goyangannya pun gak sampe badan jatuh. Tapi cukup membuat deg2an, termasuk ibu Ka. Sebetulnya ibu juga takut pertama kali sih.
Terus ibu gendong Kaka. Bolak-balik di jembatan itu. Ibu sambil bergurau. Jembatannya sengaja ibu goyang2. Ibu katakan kalau ibu juga gak apa2 karena tangan ibu pegangan ke pagarnya. Terus ibu tuntun Kaka. Kaka mau sambil senyum2. Kelihatan sekali wajahnya tegang. Ibu suruh tangan Kaka yang lain pegangan ke pagarnya. Sampai!
Kaka gembira bukan main dan lonjak2! Ibu tuntun lagi. Berikutnya, ibu suruh Kaka jalan sendiri. Kaka bisa!
Kaka lebih gembira lagi, lonjak2, tertawa, dan teriak. Ibu senyum sambil tepuk tangan dan memuji Kaka. Padahal, tawa ibu dalam hati lebih keras dari Kaka loh Ka
Ibu sampe capek. Kaka selalu minta main lagi ke situ. Sementara ibu ngobrol Kaka jalan sendiri ke pg. Ibu selalu mengamati, jangan sampai lepas pandangan. Kaka juga jadi sering bolak-balik. Ah kasihan Kaka. Tapi, seperti kata ayah, Kaka juga harus belajar mengerti apa yang sedang dilakukan ayah-ibu. Kelak Kaka terbiasa dan malah ikut bergabung dengan ayah-ibu juga.
Terakhir, Kaka kelihatan duduk di slide kecil sambil nutup muka. Ibu berlari dengan khawatir. Ternyata Kaka menangis. Anak lain tidak melihat Kaka, namun mereka duga Kaka terpeleset di slide itu. Ah, Kaka.
Ibu gendong, Kaka memeluk ibu erat. Ibu usap2 dan tiup2, sambil bertanya mana yang sakit. Kaka hanya memeluk dan menangis. Sampai pulang, Kaka terus digendongan ayah. Capek ya Ka